Tentang CU Usaha Kita
LATAR BELAKANG
1. Guru-guru sekolah Katolik di Sungai Ayak kesulitan mendapatkan pinjaman apabila memerlukan uang dalam jumlah yang cukup besar
2. Satu-satunya tempat meminjam uang adalah Pastor Paroki
3. Di Sungai Ayak belum ada lembaga keuangan yang dapat memberikan solusi bagi masalah keuangan
4. Proses kredit di lembaga keuangan yang ada pada saat itu tidak berpihak kepada pegawai maupun petani
5. Adanya keinginan untuk mempunyai lembaga keuangan yang dikelola sendiri untuk dapat mensejahterakan anggotanya.
IDE
1. Dalam rapat Dewan Paroki bulan Pebruari 1989, Pastor Petrus yang menjadi Pastor Paroki Sungai Ayak menganjurkan kepada peserta rapat supaya mendirikan Credit Union seperti yang pernah dilihatnya di Sumatera Utara
2. Anjuran ini disambut baik oleh peserta rapat, namun tidak ada yang mengetahui secara pasti apa itu Credit Union
3. Pada bulan Juni 1989 atas prakarsa Pastor Petrus, diadakan rapat yang dihadiri sebanyak ±20 peserta untuk memantapkan rencana pendirian Credit Union
4. G. Saeng atas nama Dewan Paroki mengirimkan surat kepada Pastor Fritz di Bodok untuk mendatangkan fasilitator guna pembentukan Credit Union di Sungai Ayak
MENDIRIKAN CREDIT UNION
1. Tanggal 7 Juli 1989, E. Acang dan Sisvester dari CU Lantang Tipo tiba di Sungai Ayak untuk memberikan motivasi
2. Tanggal 8 dan 9 Juli 1989 diadakan Pendidikan Dasar CU yang diikuti oleh 28 peserta
3. Tanggal 9 Juli 1989 dibentuk pra CU yang diberi nama Usaha Kita, dengan kepengurusan :
Ketua : Simon Seman tan
Wakil ketua : ST.Marlam
Bendahara : Yohanes Jon
4. Peserta yang hadir dalam rapat pembentukan CU tanggal 9 Juli 1989 adalah :
1.Simon Seman Tan 2. AL.Daniel 3. E.Sandang 4.Leser 5. Martinus 6. Nasarius 7. Aloysia 8. ST.Marlam 9. Agustinus 10. Y.Beatus | 11. R.S Tinus 12. P.Timai 13. AL.Suharta 14. Y.Kirmanto 15. B.Bilay 16. Fr.Illyas 17. H.Adius 18. F.Serang 19. Y.L Budi 20. Aloysius .G | 21. Sebastianus 22. Lukas .B 23. Lensen Silas 24.G . Saeng 25. Z. Anang 26.Yulia Nangsih 27. Yanuarius 28. Tripina Singkan
|
5. Sebanyak 23 orang tercatat sebagai anggota pada tahun pertama dengan asset sebesar Rp. 632.000,- (Enam Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah)
6. Tanggal 15 dan 16 Desember 1989 diadakan pendidikan dasar Credit Union di Sungai Ayak yang diikuti oleh 32 orang peserta dengan fasilitator Paulus Florus dari Pancur kasih Pontianak
7. Tanggal 17 Desember 1989, dikukuhkan pengurus definitif pertama dengan susunan :
Dewan Pimpinan
Ketua : Simon Seman Tan
Wakil Ketua : ST.Marlam
Sekretaris : G.Saeng
Bendahara : R.S Tinus
Anggota : Y.L Budi
Panitia Pendidikan
Ketua : ST. Marlam
Sekretaris : E.Sandang
Anggota : Agustinus
Panitia Kredit
Ketua : Y.Kirmanto
Sekretaris : L.Silas
Anggota : Y.Beatus
Badan Pengawas
Ketua : Drs.Meningan
Sekretaris : AL. Suharta
Anggota : P. Timai
Sejarah CU Usaha Kita
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA CU USAHA KITA
Tentang CU
Friedrich Wilhelm Raiffeisen
CU singkatan dari Credit Union, diartikan sebagai perkumpulan orang-orang yang saling percaya dan mempunyai tujuan yang sama yaitu hidup sejahtera bebas financial. Menurut penuturan para pendahulu, CU di Indonesia mengadopsi CU yang didirikan di Jerman pada pertengahan abad ke 19 di kota Flammersfield. Pendirinya adalah Raiffeissen walikota Flammersfield. Beliau prihatin akan rakyatnya yang menderita kemiskinan dan kelaparan berkepanjangan akibat revolusi industri. Revolusi industri telah mengurangi sangat banyak tenaga kerja sehingga terjadi pengangguran dimana-mana. Akibatnya orang yang berstatus miskin semakin hari semakin bertambah. Dalam mengentaskan kemiskinan itu, berbagai usaha dilakukan Reiffeissen antara lain, memberikan sejumlah uang kepada kaum miskin, membagikan bahan makanan, dan lain-lain. Namun tidak satupun yang berhasil. Uang dan makanan yang dibagikan dengan segera habis dan masyarakat tetap saja miskin. Pada akhirnya Raiffeissen berkesimpulan bahwa orang miskin hanya dapat keluar dari kemiskinan apabila ditolong oleh orang miskin. Bagaimana caranya ?
Raiffeissen mengumpulkan orang-orang miskin di kotanya. Dihimpun dalam satu wadah yang kemudian di kenal sebagai Credit Union. Credit Union ini menghimpun modal berupa uang dari para anggotanya, lalu dipinjamkan kepada anggota yang memerlukan. Tidak di duga, semangat untuk lepas dari kungkungan kemiskinan, dan persatuan orang-orang terpinggirkan, menjadi suatu kekuatan yang ajaib. Mereka mampu mengelola Credit Union dengan baik sehingga terus berkembang bagai bola salju, yang semakin bergulir semakin membesar. Jangkauannya bukan saja di Jerman, tetapi menyebar ke seluruh Eropa, Amerika, hingga akhirnya tiba di Indonesia pada 1960-an. Dibawa oleh seorang Pastor bernama Karim Albert. CU pertama Indonesia lahir di Nusa Tenggara Timur, menyebar ke Kalimantan pada 1969 di Nyarumkop, lantas masuk lebih dalam lagi ke pedalaman Kalimantan yaitu kota kecil Bodok dekat Sanggau. Disini atas prakarsa pastor di Paroki Badok, umat mendirikan CU yang dinamakan Lantang Tipo pada tahun 1975. Saat ini CU Lantang Tipo menjadi CU nomor dua terbesar di Indonesia. CU Lantang Tipo lah yang menjadi fasilitator lahirnya CU Usaha Kita di Sungai Ayak pada tahun 1989.
Karl Albrecht Karim Arbie
Pengembangan CU oleh Badan Koordinasi Kredit Kalimantan (BK3D Kalimantan – wadah CU) membuat kemajuan pesat. Pada akhir abad 20 dimana gema CU belum terasa sama sekali, memasuki awal abad 21 CU sudah menampakkan jati diri yang sebenarnya. Bagaimana sebuah lembaga ekonomi berbasis masyarakat tanpa campur tangan pihak pemerintah, terus berkembang, mandiri, tanpa pasokan modal dari luar, dikenal dimana-mana. BK3D bukan saja telah menjadi fasilitator berdirinya CU-CU di Kalimantan, akan tetapi sudah menyebar ke Sulawesi, Maluku, Irian, Sumatera, NTT, dan pulau Jawa.
Tiga pilar CU : Pendidikan, Swadaya, dan Solidaritas, menjadi dasar yang kokoh bagi keberlangsungan hidup CU.
Pendidikan mendidik bagaimana anggota CU mengelola keuangan pribadi maupun rumah tangga menjadi terarah dan menjamin hari tua. Pendidikan mengajarkan kepada anggota CU bagaimana menyiapkan pensiun secara mandiri. Mengajarkan berwirausaha dan menjadi entrepreneur yang sukses.
Swadaya, membuat CU sebagai lembaga harus mandiri, menghimpun modal hanya dari anggotanya, bukan tergantung pada bantuan pihak luar. Dan terbukti, tidak ada satupun CU yang bernaung di bawah BK3D Kalimantan mendapat pinjaman dari luar kecuali SPD melalui BK3D Kalimantan.
Solidaritas, bahwa antara sesama anggota CU harus saling setia. Membantu satu sama lain melalui CU sebagai lembaga milik bersama. Simpan dan pinjam hanya di CU. Menyimpan berarti mempercayakan uangnya untuk dikelola dan menolong anggota lain. Meminjam berarti mendapat pertolongan dan memberikan pendapatan bagi CU yang pada akhirnya, pendapatan tersebut didistribusikan kembali kepada anggota dalam bentuk dividen maupun bunga simpanan yang bersaing. Produk-produk bernuansa solidaritas di CU berupa solidaritas kesehatan, solidaritas rawat inap, solidaritas duka, bantuan kepada ibu bersalin, hadiah kepada anak yang lahir dari orang tua yang keduanya anggota CU.
Latar Belakang Berdirinya CU Usaha Kita
Guru-guru sekolah Katholik di Sungai Ayak kesulitan mendapatkan pinjaman apabila memerlukan uang dalam jumlah yang cukup besar. Satu-satunya tempat meminjam uang adalah Pastor Paroki. Di Sungai Ayak belum ada lembaga keuangan yang dapat memberikan solusi bagi masalah keuangan, sementara untuk kredit di Bank prosesnyarumit dan cenderung tidak berpihak kepada pegawai maupun petani. Selain itu Bank adanya di kota Kabupaten yang jaraknya cukup jauh dari Sungai Ayak. Akhirnya timbul keinginan untuk mempunyai lembaga keuangan yang dikelola sendiri dan dapat mensejahterakan anggotanya
Ide
Dalam rapat Dewan Paroki bulan Pebruari 1989, Pastor Petrus yang menjadi Pastor Paroki Sungai Ayak, menganjurkan kepada peserta rapat supaya mendirikan CU, seperti yang pernah dilihatnya di Sumatera Utara.Anjuran ini disambut baik peserta rapat namun tidak ada yang mengetahui secara pasti, apa itu CU. Pada bulan Juni 1989 atas prakarsa Pastor Petrus, diadakan rapat yang dihadiri sebanyak ± 20 org untuk memantafkan rencana pendirian CU.
G. Saeng atas nama Dewan Paroki mengirimkan surat kepada Pastor Fritz di Bodok mohon mendatangkan nara sumber (fasilitator) bagi pembentukan CU di Sungai Ayak.
Mendirikan CU
Tgl. 7 Juli 1989 tiba di Sungai Ayak E. Acang dan Silvester, pengurus CU Lantang Tipo untuk memberikan motivasi. Dan esoknya tanggal 8 – 9 Juli 1989 diadakan Pendidikan Dasar CU yang diikuti oleh 28 peserta, Selanjutnya tanggal 9 Juli 1989 dibentuk pra CU yang diberi nama USAHA KITA, diketuai oleh Bp. Simon Seman Tan, Wk. Ketua St. Marlam, Sekretaris Lensen Silas, Bendahara Yohanes Jon. Sebanyak ± 32 orang tercatat sebagai anggota pada tahun pertama. Tanggal 15 – 16 Desember 1989 diadakan pendidikan dasar di Sungai Ayak diikuti oleh ± 32 orang peserta. Fasilitatornya Paulus Florus dari Pancur Kasih Pontianak. Tgl. 17 Desember 1989 dikukuhkan pengurus definitif pertama dengan susunan sebagai berikut :
Dewan Pimpinan
Ketua : Simon Seman Tan
Wakil Ketua : St. Marlam. HP
Sekretaris : RS. Tinus
Anggota : YL. Budi
Panitia Pendidikan
Ketua : St. Marlam HP
Sekretaris : E. Sandang
Anggota : Agustinus
Panitia Kredit
Ketua : Y. Kirmanto
Sekretaris : L. Silas
Anggota : Y. Beatus
Badan Pengawas
Ketua : Drs. Meningan
Sekretaris : Al. Suharto
Anggota : P. Timai
Karyawan : H. Adius, Abang Jelani, A. Jaimin
Kegiatan Operasional
Untuk kegiatan operasional, Pastor Petrus menyediakan satu ruangan di rumah milik Paroki Sungai Ayak yang pada waktu itu tidak digunakan. CU buka sekali seminggu setelah misa. Pelayanan kepada anggota dilakukan langsung oleh pengurus dibantu oleh 3 orang karyawan yaitu Heribertus Adius, Abang Jelani, dan Agustinus Jaimin. Menggunakan Sekretariat Paroki dijalani hingga tahun 1998. Selanjutnya karena pihak Paroki Sungai Ayak menginginkan CU Usaha Kita lebih mandiri, maka pada akhir tahun 1998 kantor CU Usaha Kita pindah ke rumah rumah Bp. F. Serang yang terletak di jalan A. Yani kawasan Kampung Baru, Sungai Ayak III. Di rumah Bp. F. Serang, CU hanya menempati ruang depan berukuran 1,5 x 5 m, sedangkan ruang belakang digunakan sendiri oleh Bp. F. Serang sebagai tempat tinggal. Ruang ini terasa sempit, karena CU yang sudah berkembang pesat semakin ramai dikunjungi anggotanya. Selanjutnya pada bulan April 1999 dimulailah pembangunan Gedung Kantor senilai Rp 72.000.000,- berukuran 8 x 12 m dan selesai serta diresmikan oleh Camat Belitang Hilir pada tanggal 14 Agustus 1999. Tahun 2000 CU Usaha Kita, mendahului CU lainnya dalam penerapan Teknologi Informasi (TI). Dengan bantuan programer lokal, CU UK memulai program komputerisasi data anggota dan transaksi keuangan, sehingga keakuratan dan kecepatan pengolahan data lebih meningkat. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi anggota.
Membuka TP (Tempat Pelayanan)
Untuk mengimbangi luasnya wilayah kerja serta pertumbuhan anggota yang meningkat dari tahun ke tahun maka dipandang perlu membuka tempat pelayanan. Dua tempat pelayanan dibuka pada tanggal 1 Maret 1999 yaitu TP Merbang di SP. 1 Merbang dan TP Balai Sepuak di Balai Sepuak.Tahun 2002 dibangun kantor TP Balai Sepuak senilai Rp 90.000.000,- dan tahun 2003 dibangunan pula Kantor TP Merbang senilai Rp 130.000.000,-. Selanjutnya tahun 2004 dibangun Kantor TP SP. 2 Padak senilai Rp 145.000.000,- dan diresmikan pada tanggal 2 Desember 2004 oleh Camat Belitang. Selanjutnya pada tahun 2005 dibuka TP Mukok, Tahun 2006 TP Sekadau, Sebetung, dan Lemetak.
Diharapkan, dengan berdirinya kantor TP pelayanan kepada anggota akan semakin meningkat dan berupakan daya tarik tersendiri sehingga akan semakin banyak anggota masyarakat yang bergabung di CU Usaha Kita. Hingga akhir tahun 2007 anggota CU Usaha Kita tercatat sebanyak 12.178 orang, asset 57,9 miliar. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sama sekali saat CU Usaha Kita didirikan pada bulan Juli 1989.